Sedikit di luar dugaan, mbokdhe ndak hanya
membahas bumbu dapur saja waktu ngasih sambutan, tapi juga menyinggung soal
banyaknya politisi kita yang masuk penjara gara-gara korupsi.
“Paling gede sepanjang saya tahu, korupsi yang
dilakukan biasanya kurang dari Rp 4 miliar. Bukannya mengecilkan, tapi kok
murah banget sampai orang-orang mau masuk penjara,” ujar mbokdhe.
“Lha kok 4 miliar, wong cuma urusan duit ratusan
ribu saja orang bisa sampe mbunuh kok.” Tutur Kang Noyo sengit.
Konon suaminya mbokdhe ini punya buanyak sekali
kios bensin, yang jumlahnya makin banyak saat beliau menjabat sebagai lurah.
Jadi mungkin urusan duit memang beliau kurang peka, lha wong ndak biasa kurang
duit. Tapi ini cuma katanya lho ya… 
Dan mungkin untuk meninggikan posisi Persatuan
Mbok-mbok Berdikari yang sejatinya ditujukan untuk kaum perempuan, beliau
menunjukkan sebuah fakta, paling ndak menurut beliau ini fakta.
“Berdasarkan hasil survei, yang biasanya
melakukan korupsi itu bapak-bapak,” kata mbokdhe. Hal ini konon berdasarkan
riset yang dilakukan di Amerika Serikat.
“Laki-laki mencari dan perempuan menyimpan.”
Tutur si mbokdhe.
Saya ndak begitu konsen sama ceritanya Kang Noyo
yang makin lama makin ngelantur. Saya cuma berpikir pastilah bapaknya si
mbokdhe ini orang yang sangat hebat, wong hanya dengan menjadi keturunannya
saja bisa menarik begitu banyak pengikut, konon setelah mbokdhe ndak mau nyalon
jadi lurah lagi anaknya yang akan meneruskan trah kepemimpinan.
“Mbah saya dulu lurah, Simbok saya pun lurah,
tentunya saya juga bisa jadi lurah.” Kata anaknya yang kebetulan juga
perempuan. 
“Trus sampeyan kok anyel banget sama mbokdhe
kenapa tho Kang? Wong kenal juga ndak.” Tanya saya.
“Lha mau ndak anyel piye, dia itu ngomongnya ndak
cerdas, ndak konsisten.” Kang Noyo bersungut-sungut.
“Ndak cerdas? Ndak konsisten…?”
Kalo melihat cara sampeyan dengan nggragasnya
ngambil rokok saya kesimpulannya cuma satu : sampeyan anyel karena waktu itu
sampeyan ndak dapet rokok.
Didirikan oleh sejumlah tokoh profesional dan intelektual pada tahun 2011 lalu, Partai SRI memfokuskan programnya pada upaya pemberantasan kemiskinan melalui program penghematan nasional. Politik yang bersih adalah target final Partai SRI. Dengan misi ini Partai SRI berikhtiar menyebarluaskan ide integritas ke seluruh negeri.
Dalam rangka memenuhi ketentuan KPU, Partai SRI sedang mendata anggota Partai di seluruh kabupaten se-Indonesia. Proses itu sudah mencapai tahap verifikasi internal partai, dan siap untuk diajukan ke KPU.
Sebagai Partai baru, Partai SRI mengajak masyarakat untuk terus percaya pada masa depan Indonesia yang lebih bermutu. Harapan itulah yang juga terus diucapkan Sri Mulyani Indrawati: “Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia”.
Jakarta, 29 Maret 2012
D.Taufan Yoshi Erlina
Ketua Umum Sekretaris Nasional
Posting Komentar