yang telah menikah, semoga catatan sederhana ini
meluruskan kembali motif dan komitmen pernikahan yang telah berlangsung.
Sementara, Anda yang belum menikah, semoga goresan kisah ini menjadi
penguat dan pelurus motivasi Anda untuk menikah.
Tapi
yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa
kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah
mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong
melompong, hilang isi.
SEBENARNYA ini bukan tentang kematianmu, bukan
itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada
akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah
giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti
kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam
perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan
pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya
terlalu sebentar kau di sini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka
sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin
aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau
ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta,
sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya. Kau dulu tiada untukku, dan
sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk
jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
Posting Komentar