Latest Movie :

anak

ANAK ITU DUDUK mendekat  ayahnya. Ia menyunggingkan senyum dan melemparkan sebuah pertanyaan yang membuat sang ayah terhenyak. “Ayah,” katanya. “Ayah tambah tua, ya?”
Sang ayah terdiam. Lalu, sambil tersenyum dia menjelaskan bagaimana ia selalu bertambah tua. Ia bercerita bahwa terkadang pinggangnya mulai terasa sakit. Lututnya sering terasa lemas dan goyah. Ia juga menunjukkan beberapa bagian tubuhnya yang mulai berkerut. “Apa maksudmu dengan bertanya aku telah ‘bertambah tua’, sayang?
Pertanyaan itu hanya dijawab seuntai senyuman. “Tangan Ayah sudah tua,” katanya mengalihkan pembicaraan, sambil memegang tangan sang Ayah. Memandangi setiap guratan keriput.
“Lihat, Ayah. Tangan Ayah mulai keriput dan tentu Ayah semakin bertambah tua. Apakah Ayah akan segera meninggal?” tanya sang anak. Sebuah pertanyaan yang tidak pernah diduga.
Sang Ayah mengamati tangannya yang belum juga keriput benar, lalu ia bertutur, “Aku sendiri berharap semoga ajalku masih jauh. Tapi bisa jadi aku mati cepat. Orang bisa mati kapan saja.” Sang Ayah menghela nafas sejenak. Ia pandangi wajah anaknya.
“Ayah,” kata sang anak, “Aku hanya ingin tanya. Ayah mulai tua seperti nenek dan kakek. Aku tahu kelak Ayah akan meninggal.” Sang anak terdiam. Dia pandangi wajah ayahnya. Ia dekatkan wajahnya pada ayahnya, seakan berbisik ia berkata.
“Kumohon Ayah mau menunggu sampai aku punya anak, agar Ayah bisa jadi kakek dan kita bisa makan biskuit dan minum susu bersama seperti ini.” sang Ayah tertunduk. Ia peluk anaknya dengan pelukan yang belum pernah ia berikan selama ini.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PANDAWA LIMA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger