Seorang
lelaki yang mempunyai dua orang istri suatu saat harus menghadapi
istri-istrinya yang cemburu. “Siapa di antara kami berdua yang lebih
kamu cintai?”
Merasa kesulitan memberikan jawaban sang suami akhirnya menjawab
secara diplomatis. “Sayang, kalian berdua mendapatkan kadar cinta yang
sama dariku,” kata sang suami. “Kalian adalah kekasihku.”
“Tidak!” kata salah seorang istrinya. “Kamu tidak dapat mengelabui
kami dengan bualan kuno seperti itu.” Sang suami terhenyak. Wajahnya
pias dan menunjukkan kegusaran.
“Kami perlu bukti!” kata salah seorang istrinya menuntut.
“Apa yang perlu aku buktikan untuk menunjukkan cintaku pada kalian?”
“Di depan ada empang,” salah seorang istrinya menyampaikan gagasan,
“Pilih di antara kami yang tidak lebih engkau cintai untuk kau
tenggelamkan ke dalam empang. Ayo, berani tidak?”
Sang suami terdiam cukup lama. Beberapa saat kemudian ia menoleh
kepada istri pertamanya. Wajah istri pertama berubah pias. Sang suami
mendekat dan membisikkan sesuatu. “Maaf, seingatku kamu dulu pernah
belajar berenang. Bukankah begitu, sayang?”
Selain sebagai pelipur lara, adakah hikmah yang dapat diperoleh dari anekdot di atas?
+ komentar + 1 komentar
WOW KEREENN
Posting Komentar