Pembuatan Kerajinan Tangan
“GERABAH”

Disusun Oleh :
1. Reni Safitri
2.Halifatun
3.Nurul Asmawati
4.Kisma Icha Novianida
5.Masriah
SMP NEGERI 2 PUCAKWANGI
KAB. PATI
TAHUN AJARAN 2013/2014
Pembimbing,
Bpk. Supriyantono, S. Pd, M. Si.
Kata Pengantar
Dengan izin
Allah S. W. T, kami sangat bersyukur akhirnya kami dapat membuat karya tulis
dengan judul “Cara Pembuatan Gerabah” dalam penyelesaian tugas karya tulis
Bahasa Indonesia kami supaya dapat menyadarkan kita semua akan pentingnya
kerajinan tangan seperti Gerabah. Karena sekarang, banyak pembuatan gerabah
yang sudah tidak dilestarikan lagi, alasannya karena factor-faktor tertentu.
Jika ada salah-salah kaitannya dengan karya tulis kami, kami meminta maaf sebesar-besarnya.
Pucakwangi, 07 Oktober 201
Latar
Belakang
Banyaknya pabrik-pabrik diberbagai kota membuat kwalitas
gerabah menjadi menurun, dan menyebabkan kerugian besar terhadap penjual gerabah.
Warga desa selalu ingin mudah dalam melakukan pekerjaannya dengan membeli
produk-produk dari pabrik, sehingga gerabah menjadi tidak laku dijual. Kekurang
pedulian masyarakat desa untuk melestarikan kebudayaan jawa. Dimulai dari
pengambilan tanahnya, pengambilan pasirnya, pengambilan jeraminya, dan
lain-lain. Kita sebagai penerus kehidupan umat manusia haruslah melestarikan
kebudayaan jawa dilingkungan kita tinggal yang kian hari melupakan kebudayaan
jawa. Pembuatan gerabah dapat dilestarikan dengan cara membuat dan melestarikan
kebudayaab jawa, sehingga terciptalah rasa cinta dan saying kepada kebudayaan
jawa.
Rumusan Masalah
1. Apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan
dalam pembuatan gerabah?
2. Bagaimana cara pengambilan tanahnya?
3. Bagaimana cara pengambilan pasirnya?
4. Bagaimana cara pengambilan jeraminya?
5. Bagaimana cara pembuatan gerabahnya?
6. Bagaimana cara pengambilan
pembakarannya?
7. Dimana saja anda menjual gerabah
tersebut?
Tujuan
Pembahasan
Menyadarkan
masyarakat desa kecil Indonesia akan pentingnya kerajinan tangan, karena
masyarakat desa kuarng peduli terhadap kerajinan tangan (gerabah). Pada halnya
gerabah sendiri tercipta dari tanah dan dibuat untuk keperluan tersendiri
(tertentu), karena gerabah sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, karena
untuk meletakkan air seperti kendi, untuk membuat sayur seperti kuali, dan
lain-lain. Jadi, jangan pernah menghina gerabah yang terbuat dari tanah, karena
kita belum tentu bias membuatnya. Jadi mengapa kita tidak melestarikan
keterampilan membuat gerabah kalau kita juga bisa melestarikannya.
Metode .
Cara
mendapatkan informasi .
Mencari/mewawancarai
orang yang membuat gerabah dirumahnya.
Kajian
Pustaka
Keinginan
warga untuk memperoleh pendapatan yang sangat besar, jadi masyarakat jawa
memilih untuk membuat berbagai kerajinan tangan yang salah satunya adalah
gerabah. Walaupun harga gerabah tidak terlalu mahal, namun masyarakat jawa
tetap menghendaki untuk membuat gerabah, karena dengan membuat gerabah, sedikit
demi sedikit masyarakat jawa mendapat penghasilan, selain mendapat penghasilan
gerabah juga dapat dimanfaatkan dalam keperluan rumah tangga, contohnya wajan
yang dipergunakan untuk membuat sayur, kendi untuk menaruh air, dan lain
sebagainya. Cara pembuatan gerabah cukup sulit dan perlu memerlukan keterampilan
untuk membuatnya, dan bahan-bahannya juga mudah dicari.
Bahan-bahan
yang dibutuhkan dalam membuat gerabah :
-
Tanah
liat
-
Pasir
cokelat
-
Rebot
-
Jerami
-
Air
-
Kusik
-
Kerik
-
Batu
kecil
Cara
Pengambilan Tanah :
-
Tanah
diambil dari sawah, yang mempunyai kwalitas yang baik, dan nama tanahnya adalah
tanah liat.
-
Dan
selanjutnya tanah diambil dengan menggunakan sabit, agar mudah dibongkar.
-
Tanah
yang diambil adalah tanah yang bagian paling dalam, yang masih basah.
-
Dan
tanah yang diambil dimasukkan kedalam karung, agar mudah dibawa.
Cara
pengambilan pasir :
-
Pasir
juga merupakan salah satu bahan utama untuk membuat gerabah.
-
Pasir
diambil dari sungai.
-
Untuk
mengambil pasir dari sungai, harus berjam-jam diair sungai untuk mendapatkan
pasir yang baik.
-
Pasir
yang diambil adalah pasir yang berwarna coklat.
-
Pasir
diambil disungai dengan menggunakan cangkul agar mudah.
-
Pasir
yang sudah diangkat dari dalam sungai harus dijemur beberapa hari agar terkena
sinar matahari, dan bisa kering.
Cara
pengambilan jerami :
-
Jerami
sangat penting untuk membakar gerabah.
-
Jerami
didapatkan dari sawah.
Cara
pembuatan gerabah (tanah liat) :
-
Tanah
yang diambil dari sawah tadi, akhirnya harus diinjak-injak sampai halus,
dikarung yang panjang.
-
Tanah
itu diberi air sedikit-sedikit agar tanahnya menjadi halus.
-
Sambil
diberi air, tanah juga ditaburi dengan sedikit pasir cokelat.
-
Dan
cara itu dilakukan beberapa kali, agar kualitas gerabah yang dihasilkan menjadi
lebih baik.
-
Setelah
selesai tanah yang sudah halus dibuat bulat-bulat besar dan ditutup dengan
karung yang bening selama satu hari.
-
Tanah
yang sudah didiamkan beberapa hari, bisa dibuat menjadi gerabah.
-
Untuk
membuat gerabah dibutuhkan keterampilan tangan dan rebot.
-
Tanah
yang sudah halus diletakkan direbot sambil diputar-putar untuk membuat kerangka
bawah, sambil diberi sedikit pasir.
-
Setelah
itu ambil tanah lagi dan gelintirkan lagi untuk menyusun keatas.
-
Setelah
ukurannya pas, kasih air diatasnya dengan menggunakan kain agar mudah dibentuk
dan halus.
-
Dan
jadilah gerabah yang namanya wajan tapi belum jadi seutuhnya, karena masih
harus dipanaskan dibawah sinar matahari, agar sedikitkering.
-
Setelah
agak kelihatan sedikit kering, wajan tadi diangkat.
-
Dan
wajan tadi langsung dikerik dengan menggunakan alat kerik yang terbuat dari
bambu agar ukuran wajan tadi bisa sama semua.
-
Kemudian,
setelah itu diberi air dengan menggunakan air membentuk lingkaran.
-
Lalu
diamkan sejenak.
-
Selanjutnya
wajan tadi diusik dengan menggunakan batu kecil dan puru agar kelihatan
goresan-goresan yang indah diwajan yang akan dibakar.
Cara
Pembakaran Gerabah :
-
Sebelum
dibakar gerabah tadi harus dipanaskan dibawah sinar matahari agar kering
merata.
-
Setelah
beberapa menit putar gerabah-gerabah tadi.
-
Dan
wajan itu dibakar dengan api yang bersuhu kecil , sebelum dibakar kea pi yang
bersuhu besar (panas)
-
Gerabah
dibakar dengan menggunakan jerami dan kayu.
-
Jerami
disusun membentuk lingkaran diatasnya diberi kayu agar gerabah tadi bisa
dibakar dengan merata.
-
Dan
selanjutnya gerabah diletakkan diatas kayu dan jerami agar membentuk lingkaran.
-
Setelah
itu gerabah yang disusun rapi itu ditutup dengan menggunakan jerami lagi agar
tidak terlihat.
-
Dan
jerami itu dibakar dengan api yang bersuhu besar selama beberapa jam hingga
wajan itu benar-benar terlihat matang.
-
Setelah
matang gerabah itu diangkat hingga suhu panasnya tidak terlalu panas.
-
Kemudian
gerabah yang sudah dibakar tadi, dicelupkan kedalam air agar terlihat bersih.
-
Dan
jadilah gerabah yang siap dijual dan siap digunakan.
Cara
Pemasaran :
-
Gerabah
yang sudah jadi dipasarkan dipasar.
-
Ada
juga pembeli yang datang sendiri kerumah penjual gerabah.
Penutup
Gerabah dan kerajinan tangan terhadap masyarakat jawa
merupakan kebudayaan jawa. Untuk mengurangi pengaruh melemahnya kerajinan
tangan yang berupa gerabah, kita sebagai masyarakat jawa harus melestarikannya,
agar kualitasnya tidak tersaingi oleh produk-produk pabrik. Untuk itu hargai
kerajinan tangan berupa gerabah, dengan cara ikut serta membuat dan
menggunakannya.
Kesimpulan
Untuk mengurangi dampak melmahnya kebudayaan jawa terhadap
masyarakat desa dapat dilakukan dengan cara-cara yang sudah disebutkan dalam
bagian pustaka. Dalam pelaksanakanya harus bersama dengan masyarakat secara
umum.
Saran
Kami menyarankan kepada pemerintah agar mau ikut serta untuk
melestarikan kebudayaan jawa dengan mencintai kerajinan tangan seperti gerabah.
Juga menyarankan kepada masyarakat setempat lainnya dengan cara ikut dalam
proses pembuatan gerabah dan menggunakannya dirumah.
DAFTAR PUSTAKA
-
Posting Komentar