Cinta Bersemi di Warung Kopi
Akhirnya perjuangan
selama 6 tahun lamanya, membuahkan hasil yang sempurna. Aku lulus dengan nilai
yang memuaskan dan aku diterima di SMP Favorit. Ini adalah hari pertamaku masuk
sekolah, bertemu dengan teman-teman baru, guru-guru baru dan suasana yang baru
pula. Hari pertama masuk sekolah sangatlah menyenangkan, bermain dan bercanda
dengan teman-teman baru. Bel pulang sekolah berbunyi dan waktunya pulang. Aku
segera menghampiri Ayahku yang sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Aku
pulang sekolah dengan wajah gembira. Disepanjang jalan aku melihat pemandangan
yang begitu indahnya dan panas matahari bagaikan tepat diatas kepalaku. Sampai
di rumah seperti biasa aku langsung mencium kedua pipi adikku.
“ Assalamualaikum “
“ Waalaikumsalam “
jawab ibuku
“ Syifa mana Bu “
“ Itu ada di kamar,
lagi tidur “
Aku pun menghampiri
adikku yang lagi tertidur pulas, dan aku langsung mencium kedua pipinya yang
sangat tembem itu. Dan seperti biasanya aku makan dulu dan terus tidur siang,
biar tambah gemuk.
Hari demi hari di
sekolah semakin menambah aku dekat dengan teman-temanku. Dan ini adalah
pertemuan pertamaku dengannya di sebuah warung kopi pinggir jalan. Dia hanya
tersenyum manis padaku entah apa yang ada didalam pikirannya. Dia hanya diam
dan tidak mau berkata apa-apa. Awalnya dia hanya diam tapi tiba-tiba dia
menghampiriku dan bertegur sapa padaku.
“
Hai “
“
Hai juga “, aku malu untuk menjawabnya
“
Siapa nama kamu “
“
Erma “
Dan kami pun saling
berbincang-bincang, berkenalan satu sama lain. Dari mulanya hanya ngobrol saja,
akhirnya dia memberanikan dirinya untuk meminta nomor hpku.
“
Dek, boleh minta nomor hpnya “.
“
Boleh “.
Dari kejadian itu kami pun mulai
mengenal satu sama lain, yang mulanya kita hanya sebatas teman, terus jadi
sahabat, dan akhirnya kita jadian deh. Cowok itu namanya Hengki dia baru kelas
1 SMA, anaknya lucu perhatian dan harmonis. Pertama kenal dia begitu terlihat
lugu dan pendiam, tapi setelah aku kenal dengan dia ternyata orangnya cerewet
banget. Aku sampai kaget ketika aku sadar ada ternyata cowok yang cerewetnya
kaya dia itu.
Hari demi hari aku
lalui dengannya, dari aku mulai berani curhat sama dia, dan aku juga mulai suka
sama dia. Pada 1 bulan pertama hubunganku dengan dia baik-baik saja, tapi
semakin lama hubunganku kok jadi gak karuan, setiap hari bertengkar hanya
gara-gara masalah yang sepele. Semakin hari aku merasa hubunganku dengan dia
tidak dapat dipertahankan lagi dan kata-kata PUTUS terucap olehku.
“ Aku tahu ini mungkin
menyakitimu “
“ Emangnya apa “
“ Aku rasa hubungan ini
tidak dapat dipertahankan lagi “
“ Baik, kalo itu mau
kamu”
“ Maaf, bukan maksudku
membuatmu kecewa “.
Sejak saat itu hubunganku dengannya
semakin menjauh, dia jadi benci padaku dan aku mulai putus komunikasi
dengannya. Aku berusaha mencoba dan mencoba melupakan dia, tapi semua itu hanya
sia-sia, semakin aku berusaha melupakannya semakin aku sulit untuk
menghilangkan dia dari memoriku. Hari demi hari aku menunggu kabar darinya,
hingga aku berusaha mencari alamat facebook, hingga nomor hpnya. Tapi semua itu
sia-sia mungkin memang sudah saatnya aku melupakan dia.
Memang berat untuk
melupakan seseorang yang sangat kita sayangi, Tapi suasana berubah ketika ada
sms masuk.
“ Cewek “
“ Iya. Ini siapa ya “,
jawabku.
“ Aku Hengki, gimana
kabarmu “.
“ Baik kok.”
Suasana yang mulanya sedih berubah
menjadi senang, karena aku mendapat sms dari Hengki. Sejak saat itu hubunganku
dengan dia mulai dekat kembali, kami mulai berani cerita-cerita tentang
masalahnya kepadaku. Ia mulai membuka memori tentang hubungan kita yang putus
ditengah jalan, dan dia menyadari semua kesalahan yang ia perbuat kepadaku. Ia
selalu meminta maaf, dan minta maaf padaku atas semua kesalahan yang ia
perbuat. Dan akhirnya kita balikan lagi, mungkin aku harus mencoba menerima dia
kembali, atas semua kesalahan yang ia perbuat kepadaku dan aku harus
memaafkannya, karena pada dasarnya manusia tidak luput dari kesalahan. Dan kita
mencoba untuk mengerti satu sama lain dan mencoba memaafkan setiap kesalahan
yang diperbuat antara kami berdua.
Ketika hubungan kita
berjalan baik, tiba-tiba ada masalah dihubungan kita orang tuaku tidak setuju
dengan hubungan yang aku jalani dengan dia. Dan dengan berat hati aku harus
mengakhiri hubunganku dengan dia, walau aku tahu tidak mungkin rasanya aku
melepaskan dia untuk yang kedua kalinya.
“ Maaf, tapi hubungan
kita harus berakhir “.
“ Kenapa “ jawabnya
sedih.
“ tapi orang tuaku
tidak suka dengan hubungan kita “.
Hari demi hari aku jalani tanpa ada
semangat lagi dihidupku. Aku mulai mencoba melupakan dia. Tidak ada ,lagi yang
menemaniku disaat aku sedih, disaat aku putus asa. Walaupun orang tuaku tidak
setuju dengan hubungan ini tapi aku selalu sms an dengan dia. Kita tidak pernah
putus komunikasi walau kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Kita mencoba
untuk menjaga silaturahmi diantara kita berdua. Hingga pada akhirnya aku jadian
lagi dengan dia dengan berbagai alasan. Kami menjalani hubungan hingga satu tahun
lamanya dan hubungan ini akan terus berjalan walau orang tuaku tidak setuju
dengan hubungan yang aku jalani ini. Tapi aku percaya dengan berjalannya waktu
semua itu akan berubah dengan sendirinya. Karena aku percaya bahwa Tuhan akan
mengabulkan do’a umatnya yang mau bersabar dan mau berusaha.
Cinta akan selalu ada
disaat kita membutuhkan
Cinta akan selalu
menemani kita
Cinta akan selalu
memperhatikan kita
Dan cinta akan menjaga
kita dalam keadaan apapun.
Dia adalah hidup dan nafasku, disaat
aku membutuhkan dan selalu memberi semangat disaat aku mulai putus asa. Setiap
hubungan akan berjalan dengan baik-baik saja apabila kita saling mengerti satu
sama lain, hubungan akan baik-baik saja apabila kita mau terbuka. Setiap
hubungan pasti akan ada permasalahan dan cobaan, karena setiap permasalahan
pada akhirnya akan memberikan hikmah bagi kita. Dan suatu hubungan akan
berjalan lancar apabila kita mau belajar dari setiap permasalahan yang ada.
Jangan
kau memberi janji
Tapi
tidak kau tepati
Jangan
kamu menyakiti perasaan orang lain
Apabila
kamu tidak mau disakiti
“ Kita akan selalu bersama, sekarang,
besok, dan selamanya “
…………………………………….END…………………………………………….
Posting Komentar